Pemuda PDF Print E-mail
Wednesday, 03 February 2010

“Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya”.

(Hasan Al banna).

 

Allah swt menciptakan manusia untuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Bahkan lebih dari itu, manusia telah terpilih menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi ini. Hamparan gunung yang luas, laut yang menggenangi permukaan bumi dan berbagai hal di dunia adalah amanah yang harus diemban oleh manusia. Potensi manusia adalah anugerah yang telah diberikan oleh Allah SWT. Potensi manusia yang melebihi makhluk yang lain membuat manusia diamanahi untuk menjadi khalifah di muka bumi. Segala potensi yang telah dimiliki semestinya digunakan untuk mengatur, mengelola dan memanfaatkan segala apa yang ada di bumi dan di langit untuk kepentingan seluruh makhluk semesta alam.

 

Pemuda, sejak zaman dahulu telah terlibat dalam segala perubahan besar.  Sejarah membuktikan, di belahan dunia manapun, perubahan sosial politik selalu menempatkan pemuda di garda terdepan. Bahkan ketika awal-awal nabi Muhammad menyampaikan agama Islam, siapakah yang  pertama-tama menyambut beliau? Yup! Pemudalah yang bisa dengan legowo menerima kebenaran di saat kaum tua menentang.

Kemajuan suatu peradaban di masa depan bisa di “ramal” melalui pengamatan terhadap pemuda saat ini. Namun, bagaimanakah potret remaja islam saat ini? “Maka datanglah setelah mereka, generasi yang lemah, yang meninggalkan sholat dan mengikuti syahwat, maka mereka akan menemukan jalan kesesatan” (QS. 19:59). Kondisi pemuda islam saat ini sangat memprihatinkan. Pemuda yang krisis identitas, yang selalu mengekor kebudayaan barat. Amati saja sobat, ketika pemuda pemudi dengan bangga mengikuti gaya dan busana yang lagi nge-trend tak peduli syar’i kah itu. Atau juga saat mereka gegap gepita merayakan pergantian tahun baru tiap tahunnya. Semuanya diperparah dengan kebiasaan meninggalkan ibadah dan menyia-nyiakan waktu, lebih nyaman berjalan jalan dan cuci mata di mall dibandingkan mengikuti kajian untuk mengenal islam, atau pelatihan sholat khusyuk, misalnya. Dengan kondisi seperti itu, pantaskah kita menjadi seorang khalifah, pemimpin di muka bumi? Dapatkah kita mengemban amanah itu?.

Potensi yang di anugrahkan Allah pada kita, sungguh tak terbatas. Intelektual, emosional, spiritual, dan fisik  seharusnya dapat kita gunakan untuk melejitkan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik, untuk diri kita juga untuk orang-orang di sekeliling kita, ingat kan? Bahwa manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Adapun karakter yang dimiliki pemuda islam adalah :

1.             Beraqidah lurus

2.             Beribadah dengan benar

3.             Memiliki akhlaq yang menawan

4.             Mandiri dalam penghasilan

5.             Berwawasan luas

6.             Memiliki fisik yang prima

7.             Serius

8.             Rapi dalam segala hal

9.             Tepat waktu, juga disiplin

10.          Bermanfaat bagi semua

Sudah siap kah sobat untuk melejitkan potensi diri dan menjadi khalifah di atas muka bumi??

Last Updated ( Sunday, 07 February 2010 )
 
< Prev   Next >

Terbaru di USC

DEAR QURAN

Dauroh Pelajar Quran

Ahad, 29 Agustus 2010 pk.07.00
Asrama Haji Hall A

oleh

Ust. Mutammimul Ula
(Ayah dari 10 Bintang penghafal AlQuran)
dan Ust. Ali Ridho Al Hafidz

cp :  Ukhti Harmi (085646120127)

 

admin status


faizal :
 

rendra :

Galeri

4.jpg

Visitors Counter

total : 87909 pengunjung