| GLOBAL WARMING !! |
|
|
|
| Saturday, 12 June 2010 | |
|
Saat ini masyarakat dunia diresahkan oleh suatu kenyataan yang sulit untuk dihindari. Kenyataan yang dianggapnya sebagai malaikat maut yang akan mencabut nyawa mereka, atau Isrofil yang akan meniupkan sangkakala sebagai isyarat berahirnya kehidupan dan hancurnya alam semesta. Kenyataan itulah yang disebut dengan Global Warning. Mungkin kita kurang begitu paham akan isu ini, sehingga menganggapnya sebagai suatu gejala alami biasa yang tidak akan ada pengaruhnya bagi kelangsungan hidup kita. Padahal dalam majalah Online People Weekly World (2007) para peneliti mengungkapkan keresahan mereka dengan kalimat ‘Global warming means dark future’ (Pemanasan global membawa masa depan yang suram). Sementara kita hanya tenang-tenang saja dan tak pernah khawatir kalau bumi yang kita huni ini terancam hancur dan musnah. Secara kasarnya Global Warming adalah pemanasan global yang disebabkan oleh meningkatnya kadar emisi CO2 yang berasal dari hasil pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara dll) yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor dan limbah pabrik. Efek yang ditimbulkannya adalah perubahan iklim (Climate Change) yang akan semakin memanas hingga mampu melelehkan lapisan es di berbagai wilayah dunia. Pada bulan Januari 2002 , Intergovermental Panel and Climate Change (IPCC) sebuah lembaga internasional di bawah PBB telah melakukan penelitian yang bertajuk "global warming", hasilnya mereka menyatakan bahwa suhu atmosfir bumi diperkirakan akan meningkat mencapai 10.4 derajat Fahrenheit dalam jangka 100 tahun ke depan. Ini artinya telah terjadi pemanasan yang lebih intens jika dibanding dengan efek pemanasan serupa yang terjadi seabad yang lalu. Dua tahun kemudian (2005), IPCC melakukan penelitian kembali. Hasilnya terjadi peningkatan suhu di dunia 0,6-0,70 sedangkan di Asia relatif lebih tinggi, yaitu 10. Selain itu ketersediaan air di negeri-negeri tropis berkurang 10-30 % dan terjadi pelelehan Gleser (gunung es) di Himalaya dan Kutub Selatan. Secara umum yang juga dirasakan oleh seluruh dunia saat ini adalah makin panjangnya musim panas dan makin pendeknya musim hujan, selain itu makin maraknya badai dan banjir di kota-kota besar (el Nino) di seluruh dunia, serta meningkatnya cuaca secara ekstrem, yang tentunya sangat dirasakan di negara-negara tropis. Dalam konteks ke-Indonesiaan, sejak tahun 70-an Indonesia sudah beralih dari negara agraris ke negara industri, kemudian dari negara industri beralih ke negara industri berteknologi komunikasi-informasi. Sejak itulah sawah dan ladang disulap menjadi industri-industri dan gedung pencakar langit yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem karena polusi udara dan air limbah. Kemudian diperparah lagi dengan terjadinya penebangan liar dan kebakaran hutan sehingga hilanglah fungsi hutan yang merupakan paru-paru dunia. Maka sebagai akibatnya, hingga hari ini dampak dari gejala global warming sudah mulai terasa di negeri kita---sebagaimana dikabarkan oleh Verena Puspawardhani, seorang koordinator kampanye bidang iklim dan energi World Wild Fund (WWF) Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari terjadinya perubahan musim di mana musim kemarau menjadi lebih panjang dari musim hujan sehingga menyebabkan panen gagal. Selain itu terjadi peningkatan kasus penyakit tropis seperti malaria dan demam berdarah Kemudian diperkirakan pada 2070 sekitar 800 ribu rumah yang berada di pesisir harus dipindahkan dan sebanyak 2.000 dari 18 ribu pulau di Indonesia akan tenggelam akibat naiknya air laut.. Konsekuensi dari Kemajuan Penemuan teknologi di Barat punya pengaruh besar terhadap perkembangan industri di berbagai belahan dunia. Sejak itulah setiap negara berlomba-lomba untuk mengembangkan drinya menjadi negara maju melalui proses industrialisasi. Dan negara-negara yang sudah terbilang maju pun mengalokasikan industri mereka ke negara-negara berkembang sebagai bentuk pemasaran. Hingga menyebarlah industri-industri di setiap penjuru dunia. Maka kalau kita akumulasikan hasil pembakaran gas rumah kaca (CO2, CH4, N2O) dalam skala global, kita akan mengetahui bahwa ada sekitar miliaran ton gas rumah kaca yang disemburkan ke atsmosfir dalam setiap tahun. Akibatnya, sinar matahari yang tiba ke permukaan bumi tak leluasa dipancarkan kembali ke ruang angkasa, kemudian panas tersebut terperangkap dekat permukaan bumi, sehingga menghasilkan gejala sebagaimana halnya di rumah kaca yang digunakan untuk menyemai tanaman. Dan gejala inilah yang melelehkan lapisan es di berbagai wilayah dunia, khususnya benua Antartika. Jelasnya tidak bisa kita pungkiri bahwa gejala Global Warming merupakan suatu konsekuensi dari kemajuan teknologi dan perkembangan zaman yang semakin hari semakin pesat. Jadi mau tidak mau kita sebagai manusia yang hidup di zaman ini akan menjadi 'mangsa'-nya. (bu2/dari berbagai sumber) |
| < Prev | Next > |
|---|
Terbaru di USC
DEAR QURANDauroh Pelajar QuranAhad, 29 Agustus 2010 pk.07.00 oleh cp : Ukhti Harmi (085646120127) |
Main Menu
| Home |
| Tentang Uswah |
| Berita |
| Artikel |
| Galeri |
| Radio |
| Donasi |
| Buletin Beda |
| buku tamu |
Galeri



