| Solusi ISLAM dalam Menyikapi GLOBAL WARMING |
|
|
|
| Saturday, 26 June 2010 | |
|
Keresahan mengenai global warming mengetuk hati para pemimpin negara- negara di dunia untuk berkumpul membicarakan secara serius masalah ini. Perkumpulan tersebut dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 1997 di Kyoto-Jepang dan melahirkan Protokol Kyoto yang ditandatangani oleh 84 negara. Dalam Protokol ini negara-negara industri maju diwajibkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca minimal 5,5%. Namun anehnya Amerika Serikat sebagai negara termaju saat ini, dengan angkuh menolak untuk menandatangani. Padahal Amerika Serikat adalah negara terbesar penghasil gas CO2. Alasan mereka sangat licik sekali yaitu “karena dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, itu berarti dapat mengurangi income Negara”. Selain itu Uni Eropa telah mengeluarkan beberapa kesepakatan dalam mengurangi CO2, antara lain: · memperbanyak jalur sepeda dan pejalan kaki · mengurangi penggunaan kendaraan pribadi · memberi label jumlah CO2 yang dihasilkan pada produk makanan · menghisap CO2 dan menyimpannya di dalam tanah, tentunya dengan teknologi · meningkatkan penggunaan energi nuklir, gas bumi, energi angin dll Disamping itu negara-negara maju berupaya meminimalisir pemanasan global dengan pengembangan teknologi. Misalnya di Jerman, tren yang sedang marak diterapkan adalah desain rumah yang disebut Rumah Pasif. Artinya rumah ini menggunakan energi kecil (ketika panas, tak membutuhkan AC, ketika dingin membutuhkan pemanas kecil). Atau ditemukannya mobil dengan penggunaan tenaga surya, tidak dengan bahan bakar fosil. Hingga minggu kemarin (12 Desember 2007), PBB menggelar konferensi di Bali membahas masalah ini. Namum 'Hasil Konferensi Bali Hanya Catatan Kaki' saja, hal ini dilihat dari banyaknya kalangan yang menyesalkannya, karena konferensi ini tidak mencantumkan target pengurangan emisi sebesar 25-40 persen pada 2020. Hingga konferensi Bali ditutup, jelasnya, AS dan Cina tidak menyepakati besaran target pengurangan emisi 25-40 persen pada 2020. Padahal, dua negara tersebut merupakan penyumbang emisi terbesar di dunia. PM Australia, Kevin Rudd, mengatakan dunia telah mengambil langkah berani. Namun, dia mengingatkan masih banyak hal yang harus dilakukan. ''Ini tanggung jawab kita semua untuk melakukan langkah lebih lanjut.'' Namun Islam sebagai agama yang relevan dengan kemajuan, sejak 14 abad yang lalu telah memberikan manhaj (konsep) kepada manusia modern dalam menangani masalah global warming. Konsep yang didasarkan pada pesan-pesan robbani yang lebih nyata kebenarannya daripada konsep dalam Protocol Kyoto yang merupakan buah pemikiran manusia. Diantara konsep itu adalah: 1. Membudayakan hemat energi. "Maka makanlah dan minumlah, dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak suka terhadap orang-orang yang suka berlebihan" (Qs.Al A'rof : 31) 2. Gunakan produk ramah lingkungan “….Dan janganlah kamu jerumuskan dirimu kepada hal yang akan membinasakanmu…….”(QS. Al Baqoroh : 195) 3. Buang sampah pada tempatnya Diriwayatkan dari Abu Hurairoh: "Saya bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah aku sesuatu yang dengannya Allah SWT memberikan manfaat kepadaku! Rasulullahpun berkata “Lihatlah terhadap apa yang mendatangkan bahaya bagi manusia, kemudian buanglah dari jalan mereka (yang membahayakan itu)” 4. Gunakan kendaraan ramah lingkungan “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Baqoroh : 195) 5. Memberantas penebangan hutan secara liar "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, setelah (Allah) memperbaikinya…." (Qs. Al A’rof : 56) Oleh karena itu kita sebagai masyarakat yang berpandangan hidup Islam, berkewajiban untuk meyakinkan mayarakat dunia bahwa segala kerusakan yang terjadi di alam, apapun bentuknya, yang akan mengancam kelangsungan hidup manusia dan juga makhluk lainya, satu-satunya solusi adalah kembali ke manhaj robbani. Artinya kita harus menaati segala konsep yang telah digariskan oleh Sang Pencipta di dalam Al Quran dan As Sunnah Rasulullah SAW. Wallahu A'lam bis Showwab. (bu2/dari berbagai sumber) |
|
| Last Updated ( Saturday, 26 June 2010 ) |
| < Prev | Next > |
|---|
Terbaru di USC
DEAR QURANDauroh Pelajar QuranAhad, 29 Agustus 2010 pk.07.00 oleh cp : Ukhti Harmi (085646120127) |
Main Menu
| Home |
| Tentang Uswah |
| Berita |
| Artikel |
| Galeri |
| Radio |
| Donasi |
| Buletin Beda |
| buku tamu |
Galeri



