|
Tuesday, 18 May 2010 |
|
Menurut Hasan Al-Banna, perbaikan suatu umat tidak akan terwujud kecuali dengan perbaikan individu, yang dalam hal ini adalah pemuda. Perbaikan individu (pemuda) tidak akan sukses kecuali dengan perbaikan jiwa. Perbaikan jiwa tidak akan berhasil kecuali dengan pendidikan dan pembinaan. Yang dimaksud dengan pembinaan adalah membangun dan mengisi akal dengan ilmu yang berguna, mengarahkan hati lewat doa, serta memompa dan menggiatkan jiwa lewat instropeksi diri. Pemuda adalah tulang punggung negara, karenanya masa depan suatu negara sangat tergantung dari peran pemuda itu sendiri. Di tangan pemuda jualah mau kemana negara ini akan dibawa. Mau diberi warna apa bangsa ini, pemudalah yang mempunyai prioritas utama untuk memikul tanggung jawabnya. Sebagai generasi penerus bangsa hendaknya pemuda mempunyai visi ke depan yang diiringi dengan akhlaq dan budi pekerti yang mulia seperti dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Jika generasi muda kita rusak akhlaq dan pola pikrnya, maka impian kita untuk mewujudkan suatu bangsa yang besar sulit untuk terwujud, yang ada justru bertambahnya kebobrokan, kehancuran dan kehinaan suatu bangsa. |
|
Last Updated ( Saturday, 12 June 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
Saturday, 12 June 2010 |
|
Jika Anda berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur tepatnya di ruang Sabha Nugraha, hari Ahad, 30 Mei 2010 pukul 9 pagi, maka akan terdengar suara antusiasme anak-anak yang riang bermain.. Ada apa ya? Ternyata mereka sedang mengikuti Super STAR (Super Student Training), Be Amazing Student with Magic Memory yang spesial diadakan oleh Uswah Student Center bekerja sama dengan Rapendik khusus untuk pelajar SMP di Surabaya. Acara ini menghadirkan dua pemateri keren yaitu Marzuki Imron ST., The Crazy Trainer menghafal dengan gila, dan Adri Suyanto, SH., The Best Motivation Trainer for Student. Acara yang digelar mulai pukul 8 pagi ini bertujuan untuk memberi bekal ‘Menghafal dengan Cepat’ agar para pelajar SMP lebih PeDe (percaya diri, red) menghadapi Ujian Akhir Semester yang segera akan dilaksanakan sehingga mereka pun gak akan nyontek saat ujian. Unik sekali acara saat itu karena setiap pembicara atau MC maju dikawal oleh dua orang ‘Man in Black’ pria cool berpakaian jas hitam dengan kacamata hitam. Acara bertambah meriah dengan MC Zain Budi Sulthoni, S.Ked yang selalu mengundang perhatian peserta yang tak kurang dari 138 siswa SMP yang tersebar di Surabaya, meliputi SMP 1, 2, 3, 6, 7, 9, 10, 12, 13, 15, 19, 22, 26, 27, 29, 31, 32, 34, 36, 37, 39, 41, 44, Muhammadiyah 5, Al Uswah, Ipiems, dan Al Falah. |
|
Read more...
|
|
|
Saturday, 08 May 2010 |
|
Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa kondisi pelajar Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Mulai dari segi akademis, perilaku, hingga moral. Dari segi akademis, angka ketidaklulusan UN tahun 2010 tercatat sebanyak 10,39%, lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dari segi moral, diketahui sebanyak 6% pelajar SMP menjadi pecandu narkoba dan hampir 20% pelajar melakukan seks bebas. Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Padahal, banyak pelajar-pelajar Indonesia yang meraih medali olimpiade sains internasional. Tapi nyatanya kondisi tersebut tidak sebanding dengan keburukan-keburukan yang mengiringi. Kehidupan konsumtif dan hedon para pelajar pun juga semakin meningkat. Lebih dari 50% pelajar Indonesia tidak bisa lepas dari kehidupan tersebut. Lalu, dengan kondisi seperti itu, bagaimanakah nasib bangsa Indonesia ke depan? Pelajar atau pemuda adalah pilar kebangkitan sebuah bangsa. Jika ingin melihat masa depan suatu negara, maka lihatlah kondisi para pemudanya. Tentu kita ingat, bahwa Indonesia mengalami masa keemasan setelah mendapatkan kemerdekaan, terbebas dari belenggu penjajah. Dan keberhasilan tersebut tak lepas dari peran para pemudanya yang begitu luar biasa dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Turunnya rezim orde baru juga tak lepas dari peran pemuda dalam hal ini adalah pelajar dan mahasiswa. Dua sejarah tersebut, sudah cukup menjadi bukti bahwa pemuda adalah pilar kebangkitan bangsa. Lalu, berkaca pada abad 21 ini, belum terlihat prestasi luar biasa pelajar Indonesia yang bisa menjadi cermin masa depan Indonesia. Yang sekarang kita hadapi, hanyalah kondisi pelajar yang semakin memprihatinkan. |
|
Read more...
|
|
|