|
Saturday, 08 May 2010 |
|
Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa kondisi pelajar Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Mulai dari segi akademis, perilaku, hingga moral. Dari segi akademis, angka ketidaklulusan UN tahun 2010 tercatat sebanyak 10,39%, lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dari segi moral, diketahui sebanyak 6% pelajar SMP menjadi pecandu narkoba dan hampir 20% pelajar melakukan seks bebas. Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Padahal, banyak pelajar-pelajar Indonesia yang meraih medali olimpiade sains internasional. Tapi nyatanya kondisi tersebut tidak sebanding dengan keburukan-keburukan yang mengiringi. Kehidupan konsumtif dan hedon para pelajar pun juga semakin meningkat. Lebih dari 50% pelajar Indonesia tidak bisa lepas dari kehidupan tersebut. Lalu, dengan kondisi seperti itu, bagaimanakah nasib bangsa Indonesia ke depan? Pelajar atau pemuda adalah pilar kebangkitan sebuah bangsa. Jika ingin melihat masa depan suatu negara, maka lihatlah kondisi para pemudanya. Tentu kita ingat, bahwa Indonesia mengalami masa keemasan setelah mendapatkan kemerdekaan, terbebas dari belenggu penjajah. Dan keberhasilan tersebut tak lepas dari peran para pemudanya yang begitu luar biasa dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Turunnya rezim orde baru juga tak lepas dari peran pemuda dalam hal ini adalah pelajar dan mahasiswa. Dua sejarah tersebut, sudah cukup menjadi bukti bahwa pemuda adalah pilar kebangkitan bangsa. Lalu, berkaca pada abad 21 ini, belum terlihat prestasi luar biasa pelajar Indonesia yang bisa menjadi cermin masa depan Indonesia. Yang sekarang kita hadapi, hanyalah kondisi pelajar yang semakin memprihatinkan. |
|
Read more...
|
|
|
Sunday, 18 April 2010 |
|
Apakah Sobat ingat setiap tanggal 21 April kita memperingati hari apa? Yup, Sobat benar. Hari Kartini… Beda ingin tahu apa yang pertama kali tersirat dalam benak Sobat ketika mendengar nama Kartini. Apakah teringat lagu Ibu Kita Kartini, atau teringat jasa-jasanya yang menjunjung tinggi emansipasi wanita? Ketika menghadiri pengajian khusus keluarga dengan materi tafsir Al-Fatihah, Ibu Kartini menemui Kyai Haji Muhammad Sholeh bin Umar, atau yang lebih dikenal dengan Kyai Sholeh Darat dan bertanya, “Kyai, perkenankanlah saya menanyakan, bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu, namun menyembunyikan ilmunya?”. Tertegun mendengar pertanyaan Ibu Kartini, Kyai balik bertanya, "Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?". Ibu Kartini menjawab, "Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama (Al-Fatihah), dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?" Pertanyaan Ibu Kartini itu mendorong Kyai Sholeh Darat menerjemahkan Al-Qur’an dalam bahasa Jawa dan menuliskannya dalam sebuah buku jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah hingga surat Ibrahim. Pada masa itu, penjajah Belanda memang memperbolehkan masyarakat mempelajari Al-Qur’an tapi tidak untuk diterjemahkan. Buku yang dihadiahkan kepada Ibu Kartini ketika menikah itu belum sempat diselesaikan karena sang Kyai keburu meninggal. |
|
Read more...
|
|
|
Sunday, 18 April 2010 |
|
DR. Yusuf Al Qardhawi berkata “Secara umum kaum wanita lebih besar atensinya terhadap agama daripada kaum pria. Tampak sekali naluri kerinduan, kasih sayang, dan kelembutan yang dianugerahkan Allah khusus kepada wanita telah menjadikannya lebih dekat kepada fitrah keagamaan daripada kaum pria. Sehingga tidaklah heran bila risalah-risalah kaum ibu dan remaja putri lebih banyak dan melimpah daripada risalah kaum pria dan para pemuda. Begitu juga komitmennya terhadap agama lebih besar dan rasa takutnya terhadap pedihnya adzab hari akhir yang lebih dominan.“ (Pengantar Fatawa Mu’ashirah, 1981: 31). Kesaksian fuqoha kontemporer yang telah malang melintang dalam dunia pergerakan Islam ini menepis anggapan musuh-musuh Islam yang mendiskreditkan Islam dan wanita dengan menyerukan gaya hidup hedonis, materialis, dan glamor. Islam adalah din yang syamil mutakamil, utuh menyeluruh, sempurna dan menyempurnakan. Islam memandang wanita secara adil dan proporsional, dengan menjunjung tinggi harkat dan martabatnya, mengeluarkannya dari gelapnya kejahiliyahan kepada cahaya Islam. Dalam perspektif syariat pada hakikatnya antara pria dan wanita tidak ada pembedaan. Masing-masing akan mendapat pahala di sisi Allah, sesuai dengan tingkatan iman, taqwa, dan amal shalih yang dikerjakannya. “Dan barangsiapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikitpun” (QS. An-Nisa’ : 124). |
|
Last Updated ( Sunday, 18 April 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
Wednesday, 24 March 2010 |
|
Rabu, 3 Maret 2010 Departemen Jaringan dan Media (Jarmed) Uswah Student Center jalan-jalan ke Hidayatullah. Tentunya gak sekedar jalan-jalan, tim Jarmed ingin banyak belajar dari balik layar Hidayatullah, penerbit majalah Suara Hidayatullah yang telak eksis puluhan tahun. Empat orang perwakilan Tim Jarmed mulai pukul 9 pagi hingga 12 siang disambut hangat oleh Pak Bambang selaku Asisten Redaktur Pelaksana. Banyak hal yang didapatkan, mulai dari bagaimana memadukan idealisme dan komersialisme kemudian berlanjut tentang merancang sebuah produk yang diawali dengan menentukan visi dan misi, sekmen pembaca, mekanisme kerja redaksi hingga membuat inovasi pada produk tersebut. Pak Bambang juga sedikit mengevaluasi buletin BEDA yang telah diterbitkan oleh Uswah Student Center (USC) dari sudut desain logo BEDA, tulisan, dan lay out. Di akhir sesi tanya jawab Pak Bambang juga memberikan tips sukses sebuah media, ada tiga kunci: ridho Allah, soliditas dan totalitas, serta jaringan. Luar biasa!! (asz) |
|
Last Updated ( Saturday, 10 April 2010 )
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 10 - 15 of 66 |